Datsun Cross menjadi mobil pertama Datsun Indonesia yang bukan termasuk kelas Low Cost Green Car (LCGC). Karena itu, Cross memiliki fitur lebih lengkap ketimbang GO dan GO+ dan harganya tentu lebih mahal. Untuk versi manual harganya Rp161,49 juta dan matik CVT Rp173,99 juta.

Soal penerangan utamanya, Cross dibekali lampu projector HID dengan hiasan daytime running light (DRL). Selain itu, fitur yang terbilang istimewa untuk sebuah Datsun adalah vehicle dynamic control (VDC), serta head unit layar sentuh berukuran 6,75 inci yang dapat terhubung ke smartphone.

Untuk membuktikan ketangguhannya, VIVA mendapat kesempatan mencoba langsung varian matik di proving ground Bridgestone, Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Dari posisi mengemudi, dengan tinggi 170cm cukup ergonomis untuk posisi kaki dan tangan.

Tapi, untuk postur badan yang lebih pendek dari itu, posisi setir kurang nyaman karena terlalu tinggi. Seperti diketahui, setir Cross ini tidak bisa diatur tinggi rendahnya. Saat mobil mulai berjalan, tidak ada lagi rasa getaran mesin tiga silinder 1.200cc yang sama seperti GO.

Pertama kali jalan, kami melewati rintangan speed bump dan hasilnya suspensi Cross bisa terbilang agak keras. Setelah itu kami coba tikungan circle dengan mematikan fitur VDC, hasilnya ketika bermanuver tajam di kecepatan 60km/jam mobil cukup liar bagian belakangnya, meski suspensi sudah rigid.

Namun ketika fitur itu kami aktifkan tentu jadi lebih stabil dan mudah dikontrol. Setelah itu, kami mencoba akselerasinya di trek lurus Bridgestone sepanjang 850 meter. Dari kondisi diam sampai 110 km/jam butuh 6.000 rpm dab waktunya cukup lama, mungkin yang manual lebih responsif.

Sementara untuk karakter transmisi CVT masih sama seperti mobil-mobil Nissan yang lainnya tidak ada jeda jadi tenaganya tetap meningkat dengan rata, namun peningkatan powernya tidak terlalu responsif.